[CeritASI] 6 Bulan Pertama, Beneran Cuma ASI Aja?

Beneran! Gak pake boong!

Kalo sumber informasi valid mah ntar ngubek-ngubek mbah Google aja, yah. Dari artikel sederhana, kumpulan tips, rekomendasi ahli, sampe tulisan panjang jurnal ilmiah soal ini udah bejibun jumlahnya. Sederhananya gini, WHO aja giat mengkampanyekan pemberian ASIX selama 6 bulan (dan mereka punya data dari penelitian termutakhir tentang kenapa kebijakannya bergeser dari 4 bulan ke 6 bulan) dan juga unyuk terus ng-ASI sampai 2 tahun atau lebih. Yeah, they really write it as it is, “…. to continue breastfeed until two years or more.” Serunya lagi, pemerintah kita pun gak tinggal diam merespon gerak WHO ini. Aturan mengenai pemberian ASI yang tadinya cuma nyempil di tiga pasal dalam UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009, sekarang udah punya payung hukum sendiri di PP No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif.

Saya cuma mau nulis yang simpel aja. Kenapa ikutan kebijakan di atas? Ya, karena ASI mudah, murah, sehat. Mudah, karena ga repot bikin susu tengah malem atau pas di jalan. Murah, jelas! Perlu saya kasih list harga aneka sufor saat ini? Sehat, sebab dengan mengikuti prosedur pemberian dan penyimpanan ASI, dijamin asupan ini jauh lebih steril dari asupan apapum. Dan jangan berlagak gak ngerti ah, tentanh kandungan gizi ASI. Manalah mungkin bisa dikalahkan sama tambahan zat lain yang digembar-gemborkan bisa bikin anak “cepet besar cepet pinter”.

Tapi, bukan strategi pemasaran namanya kalo gak mampu bikin konsumen tertarik. Masalahnya, saya yang lagi gak tertarik bahas soal ini. Kali lain saya post tentang sejarah bagaimana akhirnya ibu-ibu dunia tergeser paradigmanya dan cenderung lebih percaya, lebih memilih, bahkan lebih mengagungkan sufor daripada air cinta yang sudah dititipkan syurga melalui tempat paling indah.

image

Oyaa, jadi inget ada tulisan dari Shahnaz Haque-Ramadan di kaver salah satu buku referensi di rumah.

Setiap ibu mampu menjadi Mehrunnisa, matahari para wanita. Menyusui adalah sebuah ikatan awal antara ibu dan buah hatinya. Keberhasilan proses ini haruslah melalui kekuatan pikiran sang ibu yang hangat bagaikan matahari. Penuhilah hak buah hati kita dengan memberikan air surga melalui tempat paling nyaman di dunia buat si kecil. Dada seorang ibu yang diiringi bunyi musik jantung kehidupan. Bersinarlah wanita Indonesia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s