[Manajemen ASIP] LDR? No, Bukan “LDR” yang Itu!

Ngomong-ngomong, kalo PD itu singkatan dari “payudara”, tau ga LDR itu apa?

Long Distance Relationship? No, meskipun akronim ini paling familier, tapi bukan ini. Liquid Droplet Resistor? Halah, fisika sekali! Atau, Law Diminishing of Returns? Jiyahhh, ekonomi dong yah? Bukaaan! Tapi saya ngaku, deh, jaman masih buta tentang per-ASI-an, hasil nyari di Google memang ga ada yang nyambung. Tambahin kata kunci breastfeed, baru deh ketemu.

Definisinya yang lebih bersifat medis, “Let Down Reflex” adalah kondisi di mana hormon oksitosin sedang menjalankan tugasnya. Rasanya seperti diperas dan ditarik dari dalam PD.

Sumber dari Medicinenet menyebutkan definisi LDR sebagai berikut:

An involuntary reflex during breastfeeding which causes the milk to flow freely.

Pada momen ini–saya sukaaa sekali menyebut LDR sebagai momentum ^^, ASI menetes atau mengucur terus-menerus dengan sendirinya tanpa diperah dengan tangan atau alat selama beberapa saat. Gampangnya, ibarat keran, LDR adalah saat dimana keran dibuka dan desakan air yang sudah ga sabar keluar mengucur dengan lancar jaya!

20120908-114007.jpg

Karena sifatnya momentum. Tentu saja terjadinya ga sering, dan ga dalam periode yang panjang. Tugas kita adalah memanfaatkan momen ini semaksimal mungkin. Rileks agar dia berlangsung selama mungkin. Perah dengan gerakan cepat agar dia bisa mengeluarkan ASI sebanyak mungkin.

Meskipun isapan bayi adalah pencetus paling jitu terjadinya LDR, kita bisa kok menciptakannya. Caranya?

– Ciptakan harmoni di pikiran serileks mungkin, isi alam bawah sadar dengan jalimat sugesti positif, yakinkan diri mampu, dan bayangkan aliran sungai deras yang terhambat batu lalu kita perlahan-lahan menyingkirkan batu itu
– Kalau di rumah, bisa minta suami melakukan pijat ringan di area tengkuk, punggung, lengan atas dan bawah
– Lagi-lagi kalau di rumah, coba minta suami memberi sentuhan kecil atau kecupan ringan
– Pijat ringan area payudara, bisa dengan gerakan melingkar, maupun dari arah luar ke dalam areola
– Basahi ujung jari dengan ASI dan mulailah menyentuh areola dan puting dengan lembut
– Bergantian mengompres PD dengan kompres panas dingin
– Jika menggunakan pompa manual, variasikan gerakan memompa dari lambat berubah menjadi cepat secara tiba-tiba dalam waktu cukup lama
– Mandi, terutama di bawah shower dengan air hangat atau malah dingin (sampai cukup menggigil, dengan cara mandi agak malam atau pagi-pagi). Dan ini bener-bener bekerja buat saya, tanpa direncanakan malah. Setelah beberapa kali mandi dan mengalami LDR alami, saya jadi punya jadwal perah tiap kali selesai mandi

Nah, mulai sekarang cari tau kapan momen LDR dateng ya, Bunda-bunda, termasuk dalam kondisi bagaimana (atau sedang makan apa) si dia nongol. Begitu ketauan, hajar bleh! Perahnya maksudnya. Hehe. Jangan kelewat. Jangan disia-siain. Belom tentu dateng sering-sering soalnya.😦

Kalo udah mulai terbiasa, selamat “mengundang” LDR datang, ya. Semoga tabungan ASIP kita bisa terus nambah dengan si tamu satu ini. Semangat mancing LDR, Bunda! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s