[Diary Ibubun] Yah, Bun, Ayo Banyak Membaca dan Membaca Banyak

Memang bagus, kalau sejak awal, seorang Bunda sudah meyakini dirinya untuk full memberi ASI buat si kecil. Lalu niat ini pun didukung oleh niat sang Ayah yang ingin membantu mensukseskan niat si Bunda. Niat ini pun sebenarnya sudah baik sekali. Sebab ini fondasi dasarnya, sebab ini yang nantinya jadi tempat melenting lebih jauh lagi.

Niat, lagi-lagi, memang modal dasar. Sebelum punya modal lain, yang ini dulu mutlak diperlukan. Niat baik seperti ini yang menggiring kesuksesan para sarjana ASI Ayah dan Bunda nantinya; entah di tahap S1, S2, maupun S3.

Tapi, hey, ada orang sukses dan berhasil hanya dengan niat saja? Yang penting niat dulu, lainnya nanti dulu. Ets, stop di sini dulu ya, parents

Adakah Bunda dan Ayah yang menginginkan buah hatinya menjadi tumpul dan tidak cerdas nantinya? Hoho, pasti tidak ada lah ya. Lalu, apa yang kita dorong agar anak-anak bisa jadi manusia mumpuni? Cukupkah dengan niat? Ayo, bergeleng kepalalah bersama saya. No! Tidak cukup niat saja!

Apa pinta kita yang paling mudah agar anak-anak terasah kemampuannya? Belajarlah, Nak. Belajar membuatmu menguasai sesuatu. Membacalah, Nak. Sebab buku membukakan banyak jendela dunia untukkmu.

Basi ya kedengarannya? Yah, tapi itulah kenyataannya. Dari dulu sampai sekarang kunci sukses tidak pernah berubah: belajar dan belajar. Dan gerbang dunia cuma bisa dibuka dengan satu kunci: membaca!

Begitupun dengan niat mulia nan manis para Bunda dan Ayah untuk mewisuda putra-putrinya menjadi sarjana ASI. Niat saja, tidak akan pernah cukup.

Bergabunglah di berbagai komunitas. Banyak sekali di dunia maya sana, kalau kesulitan bergabung di “darat”. Manfaatkan jejaring sosial kita tidak hanya untuk hal-hal “kecil” tapi juga untuk yang “besar”. Di Twitter ada #AyahASI dan #AIMI. Di Facebook ada groups/page Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, ASI for Baby, Komunitas Mamaperah, dan Tambah ASI Tambah Cinta. Di yahoogroups ada ASI for Baby. Dan masih banyak lagi. Dan Yah, Bun, halo, ini baru perkara ASI saja. Bunda dan Ayah pun masih HARUS belajar soal MPASI, imunisasi, pengobatan rasional (RUM/RUD), dan pendidikan anak. Jadi, tidak boleh ada jeda dalam belajar. Tidak perlu ada rasa lelah dalam menimba ilmu. Toh, anak sehat, kuat, cerdas dan bertakwalah yang kita inginkan, bukan? Jadi, kenapa mau punya mimpi banyak tapi tak tergerak untuk mewujudkannya?

Ayo buka tab baru di browser kita saat ini, coba dari bacaan ringan yang diperoleh dengan memasukkan kata kunci di Google. Bunda dan Ayah kurang paham tentang petunjuk pemberian ASIP? Tidak tahu apa maksudnya ASIX? Bingung dengan istilah ‘bingung puting’? Kurang informasi tentang daya tahan dan cara penyimpanan ASIP? Belum pernah dengar apa itu LDR? Panik begitu payudara terpapar mastitis? Sedih karena si dedek minum sedikit dan BB-nya kurang? Cari, cari, dan cari di Google!

Ingat! Ada berapa banyak Bunda yang berniat full memberi bayinya ASI, namun harus gagal (dan berkali-kali gagal!) lantaran kurangnya informasi. Pasrah saat selama bayi disinar diberi sufor. Pasrah saat orang tua suruh kasih pisang di usia bayi 2-3 bulan. Pasrah saat tetangga bilang pemberian kopi pada bayi bisa mengurangi step/kejang. Pasrah saat orang bilang bayi cekukan atau sariawan bisa diberi air putih dan atau madu.

Yakin, Bunda dan Ayah mau pasrah sama pendapat orang? Yakin, kita mau nyerah lantaran keterbatasan ilmu kita? Yakin, seyakin-yakinnya, kalau kita mau menggadai masa depan fisik, mental, dan jiwa anak-anak kita hanya karena derasnya informasi tak bertanggung jawab (sementara kita miskin amunisi pengetahuan yang baik dan benar? Yakin kita mau yang demikian terjadi? Coba lirik sebentar si buah hati, tanyakan lagi ya, pada hati kita: Yakin?

20120910-093100.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s