[Manajemen ASIP] Step By Step Penyajian ASIP

Lanjut ya, Emaks pecinta ASI! Hehe. Kali ini mau bagi-bagi pengalaman ngasih ASIP buat Daanish. Tadinya, waktu masih awam, selama kerja Daanish cuma saya siapkan ASIP beku. Setelah baca beberapa sumber lagi, ternyata disebutkan bahwa sebaiknya pemberiannya dicampur, yang segar dan yang beku. Hal ini disebabkan karena turunnya kualitas ASI setelah ia mengalami proses pembekuan (lalu pencairan saat akan diberikan ke bayi). Nah, untuk mengimbangi loss inilah pemberian ASIP segar diperlukan. Agar antibodi dan zat-zat “hidup” bermanfaat lainnya (yang mungkin sudah berkurang dalam ASIP beku) juga tetap masuk ke tubuh putra-putri kita.

“Berkurang” di sini, tidak berarti lantas ASIP kita kalah dibanding dengan susu formula. Saya ingin luruskan, tekankan, garis-bawahi, konfirmasi (dan teman-temannya yang serius itu :p), bahwa bagaimana pun kondisi ASIP setelah ia mengalami degradasi nutrisi maupun antobodi, kualitas ASIP akan selalu lebih UNGGUL dibandingkan dengan susu formula. Bahkan, jika kita mematuhi manajemen ASIP dengan benar, tingkat kebersihan ASIP pun jauh melampaui susu formula. Jadi, tetap percayakan kebutuhan makanan bayi kita pada ASI ya, Emaks. Tidak ada yang lebih baik dan atau sanggup menggantikan ASI; bahkan tidak juga tambahan aneka zat yang konon merangsang pertumbuhan dan kecerdasan itu.

Wokeh, prolognya udah kepanjangan inih. Pantengin cara penyajian ASIP berdasarkan pengalaman Ibubunnya Daanish, yak.

  1. Setelah dihitung, kebutuhan Daanish adalah 400-500 ml ASIP per hari. Mudahnya saya bagi dua saja, 200-250 ml berupa ASIP beku, separuhnya lagi yang segar.
  2. 200-250 ml ASIP segar sudah ready di chiller. Tinggal bantu ingatkan Mbak pengasuh untuk memberikannya berdasar prinsip FIFO (first in first out).
  3. 200-250 ml ASIP beku dipindahkan dari freezer ke chiller malam hari; biasanya pukul 22-23.00.
  4. Baik ASIP segar maupun beku yang akan diberikan hari berikutnya ini, saya simpan dalam satu box plastik rapat, terpisah dari stok ASIP segar yang dikumpulkan tiap hari.
  5. Anggap ada 2 botol ASIP segar @100 ml dan 2 botol ASIP beku @100 ml dalam box untuk kebutuhan Daanish selama satu hari kerja (08.00-17.00). Saya susun selang seling untuk diminumkan ke Daanish. Misal: minum pertama (09.00) 100 ml ASIP segar, minum ke dua (11.00) 100 ml ASIP beku, minum ke tiga (13.00) 100 ml ASIP segar, minum ke empat (15.00) 100 ml ASIP beku.
  6. Pada pagi hari, biasanya ASIP beku sudah mencair. Kalau sudah cair, terserah saja urutannya. Bila belum cair, saya dahulukan ASIP segar.
  7. Kalau ASIP ada di botol kaca, botol berisi ASIP dipanaskan dengan cara merendamnya di mangkuk berisi air panas dari dispenser. Jika ASIP ada di kantong plastik, maka dipindahkan dulu ke botol kaca atau langsung ke botol saji dan dipanaskan dengan cara yang sama. Cara ini memang agak memakan waktu, tapi baik bagi ASIP agar tidak mengalami perubahan suhu drastis.
  8. Jika khawatir Daanish rewel, bisa juga ASIP untuk jadwal minum berikutnya sudah diletakkan di suhu ruang, namun belum dipanaskan. Dalam keadaan ini ASIP bisa bertahan maksimal 4 jam. Supaya kalau si Daanish lagi kumat ga sabarnya, bisa langsung diberikan, atau dihangatkan super cepat dengan cara sebagaimana di atas.
  9. ASI yang telah hangat dituang ke wadah penyajian (dot, cangkir, atau cup feeder). Ada baiknya suhu ASIP dicek sebelum diberikan pada bayi, dengan cara meneteskannya sedikit ke telapak tangan.
  10. ASIP yang sudah dihangatkan dan sudah terkena kontak dengan mulut bayi harus segera dihabiskan. Tidak boleh disimpan, tidak boleh dihangatkan lagi, dan tidak boleh diberikan lagi.
  11. ASIP yang sudah dihangatkan dan belum terkena kontak dengan mulut bayi bisa disimpan di chiller selama maksimal 4 jam, jika ingin diberikan pada jam minum berikutnya.

Selesaaai! Semoga para bayi bisa tetap lahap minum ASI meskipun Ibu-ibunya bekerja, yah. Semangat ASI! ^^

7 Comments

  1. mba, klo dri chiller mau lgsg dikasikan ke bayi gk papa lgsg di hangatkan di baskom atau penghangat khusus ASIP ya? atau harus di taro di suhu ruang dulu baru dihangatkan? punya rekomendasi gak alat penghangat ASIP? makasih

    Ryka—
    Mba Irma, maaf ya aku telat respon. Semoga masih bermanfaat. Idealnya memang sebaiknya suhu ASIP ga dibuat beda drastis. Bisa ditaruh di suhu ruang dulu, tapi gak jg gpp. Dihangatkan pk bottle warmer kan jg naik suhunya pelan2, it’s OK. Kalo aku pk cara manual Mba, krn pake warmer listrik rumah sering turun. Jadi aku masak air ga sampe mendidih banget ato pake air dispenser, terus tuang di mangkok/gelas, terus botol ASIP ato botol susu yg udah diisi ASIP sesuai takaran minum anak dimasukin mangkok/gelas itu deh. Kadang harus 2x ganti air hangat spy ASIPnya cukup hangat buat diminum si kecil. Kelemahannya, agak makan waktu, jd kl si kecil lagi rewel harus sabar2 buat nenangin dia dulu sebelum ASIPnya siap diminumin. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s