[Curhat MPASI] GTM? Variasikan Menu dan Temukan Selera Baru!

GTM apaan, sih? Ihhh… kepo deh lu! Hihihi.

GTM tuh singkatan dari “Gerakan Tutup Mulut”, yang populer dibahasakan oleh para ibu, saat anaknya mulai tampak menolak makanan. Mungkin, GTM juga berarti “Gerakan Tidak (mau) Makan,” “Gagasan Tidak (sudi) Mengunyah,” atau “Gue Tetep Mingkem,” yah. Hahaha. Kalo yang tiga ini mah asli ngasal.

Daanish sempat GTM di usianya yang menginjak 7 bulan, karena sebelumnya cah bagus ini sakit dengan demam naik dan turun selama beberapa hari. Sejak itu nafsu makannya drop. Bisa masuk 1-2 sendok makanan aja udah seneeeng banget. Bingung iya, panik iya. Harus digimanain ini situasi?

Lega saat akhirnya ketemu juga solusi GTM-nya Daanish yang udah jalan seminggu. Udah puter otak bikin variasi makanan; mulai dari yang lembut ke kasar, dari yang berkuah ke yang kering, dari yang gurih ke yang manis, dari aneka serealia ke aneka buah dan sayur, udah bikin piring makannya terisi aneka penganan warna-warni; tetep gak ngaruh! Setiap dateng waktu makan, Daanish keukeuh dengan mulut rapatnya, buangan mukanya, tangkisan tangannya, dan melodrama tangisan hebohnya.

Bingung! Karena sejak MPASI dikenalin, ini anak semangat 45 banget sama aneka makanan. Kangen sama ekspresi girangnya liat alat makan, Ibubun puter otak cara menghentikan demo anti makan yang udah berlangsung sejak demam naik-turun mengganggu kelincahan bocah satu ini. Kangen, pokoknya kangen.😥

Dimulai dari makan sore setelah seminggu GTM (7 Agustus 2012), timun suri dan jeruk cuma dibersihin, dipotong-potong seukuran genggaman bayi, dan dihidangin utuh di cawannya. Sambil dimainin, diremes, dibejek, dilempar ke mana-mana, ternyata baik dengan tangannya sendiri maupun disuapin dia mau makan. Well, emang makan waktu dan belepotan banget sih. Tapi yang penting dia mau makan dengan sukarela, damai, dan tanpa tangisan. Ih, sesuatuuu banget, deh! Hehehe. Emaknya lebay.

Esok paginya, makanan padat warna-warni saya taruh di pangkuannya. Ada wortel kukus, brokoli kukus, ubi jalar kuning kukus, apel kukus, dan jeruk, kesukaannya. Semua dipotong kecil dan hanya dalam porsi kecil. Tadinya, saya cuma ingin melihat reaksinya. Mana yang cenderung ia suka, mana yang tidak. Ternyata, lagi-lagi, sambil memporak-porandakan makanannya, Daanish sukses menghabiskan semua tanpa sisa! Yippiyey!

Yah, mungkin gak pure BLW, karena porsi disuapinnya masih jauh lebih besar. Itupun harus disuapin dengan tangan, setelah sebelumnya makanan lembut tadi dilumat di ujung jari saya. Gapapa lah. Yang penting kangen saya terobati: lihat ekspresi antusiasnya begitu ada makanan, plus, lahapnya si kecil mengunyah cinta lewat MPASI yang saya siapkan untuknya. Bon apetite!

Untuk apel dan pir, saya kukus dulu baru potong. Memang penampakannya jadi kurang segar dan sedikit menguning sih. Tapi apel dan pir direkomendasikan untuk dimasak dulu dam baru diberi ke bayi, untuk membuat tekstur dan serat yang lebih lunak. Terutama kalau mau dikasihinnya dalam bentuk makanan padat. Tau sendiri kan, apel dan pir tuh termasuk buah yang kriuk gitu kalau digigit. Tapi kalai mau dihancurkan sih lain lagi ceritanya. Itu mah fresh juga OK. Oya, juga direkomendasikan kukus daripada rebus. Soalnya, akan lebih sedikit nutrisi yg hilang dalam proses pengukusan.

Makan lagi yuk, Daanish! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s