[CeritASI] Titip di Kulkas Kitchen, Boleh Yaaa!

Kejadian titip-menitip ASIP sudah pernah juga terjadi sebelumnya. Serunya, produksi ASI masih sangat tinggi waktu itu. Saya harus menjadi MC di hotel di bilangan Senen. Jam 5 meluncur, diperkirakan baru jam 6-7 malam bisa sampai rumah.

Awalnya saya santai, toh ada teman-teman panitia yang menginap. Saya bisa numpang di kamar mereka untuk perah. Pun, saya bisa titip ice gel dan ASIP di kulkas kamarnya. Ternyata, kenyataan tak seindah mimpiku (sing Desi Ratnasari song nih jadinya :p). Kamar panitia tidak dilengkapi kulkas. Tidak ada kulkas, artinya? Tamatlah riwayat ASIP saya! Oh, nooo… Gak rela!

Sebelum acara mulai, saya mulai tengok-tengok ke petugas di ruang makan. Bertanya bisik-bisik apakah saya bisa menitipkan “sesuatu” di kulkas raksasanya kitchen hotel ini. “Titip apa, Bu?” tanya si petugas. Saya ragu-ragu untuk menitipkan ASIP di lemari pendingin yang sya tak yakin isi dan bentuknya bagaimana. Alhamdulillah, hari itu saya bawa ice gel yang besar, tak seperti biasa saya bawa ke kantor. Ice gel ini butuh waktu lebih lama untuk membeku dibandingkan yang kecil. Tapi, juga akan tahan lebih lama untuk mendinginkan sebelum akhirnya mencair total. 5-6 jam pun ASIP aman di kisaran suhu cukup ideal.

“Ice gel, Mas,” jawab saya. Sudah menduga pertanyaannya selanjutnya, sejurus kemudian saya sudah menjelaskan bentuk, fungsi dan cara kerja ice gel tersebut. Tak terelakkan, saya jadi harus menyebutkan ASI yang akan amat sangat membutuhkan ice gel tersebut. Untungnya penjelasan panjang saya membuahkan hasil. Dia mengagguk sembari menyarankan saya untuk menghubungi bellboy kapan pun saya ingin si ice gel dibekukan.

Dan, ke meja itulah saya berjalan. Ada satpam dan bellboy di sana. Ada ice gel juga di tangan saya. Sayangnya, kembali saya harus mengulangi penjelasan panjang seperti sebelumnya. Bapak-bapak ini, mungkin karena beramai-ramai, bertanya lebih banyaj dari petugas dapur tadi. Tak peduli dengan raut wajah yang mungkin sudah berubah-ubah warna, saya coba jelaskan sesederhana mungkin. Tampak tidak paham dengan istilah ASIP, mereka pun akhirnya mengangguk dengan wajah bingung ketika saya menjawabnya, “ASI, Mas, air susu ibu untuk anak saya. Saya butuh ice gel ini dalam keadaan beku untuk mempertahankan kesegarannya hingga saya tiba di rumah.”

Saya menangkap juga semburat menahan tertawa dari seseorang di antara mereka. Ah, saya tak tahu apa yang dia bayangkan. Saya tak punya waktu juga untuk mengurusi orang dengan pikiran kerdil begitu. Seusai mengisi formulir penitipan, berisi jam titip, jam ambil, nama barang dan keterangan lainnya, seorang petugas dapur mengambil ice gel yang sudah saya bungkus plastik bekas dokumen panitia yang sudah sobek di sana-sini. Maklum, saya tidak sedia kresek, sementara mereka mempersyaratknnya untuk menempelkan identitas. Dan, voila, akhirnya si ice gel pun seolah melambaikan tangannya pada saya.

Sebagai MC, saya punya waktu istirahat yang sangat singkat. Makan siang jadi prioritas nomer sekian, yang penting perah dulu. Perah selesai dan panggung depan sudah menanti. Segera saya rapikan segala perlengkapan perah dan si ASIP yang sudah terkumpul, lalu bergegas turun. Sudah 5 jam berlalu dan saya yakin si ice gel pastilah sudah sempurna membeku. Dan, inilah saatnya mempertemukan dua sejoli ini: ASIP dan ice gel. Mereka akan dipertemukan bersama dalam kantong yang penuh cinta: cooler bag! Hahahaha.🙂

Oh, lagi-lagi saya harus menjelaskan tentang si ice gel ketika akan mengambilnya. Petugas siang mungkin berbeda dengan yang pagi. Untunglah saya tak perlu berpanjang lebar seperti sebelumnya. Dia menyerahkan dengan khidmad, lalu membawa pergi robekan formulir penitipan yang tadi pagi saya isi.

Dengan demikian berakhirlah kisah cinta si ASIP. Cooler gel dan cooler bag sukses menjalankan tugasnya dengan baik. ASIP tiba di rumah dalam kedaan sangat baik: tetap dingin dan segar. Daanish, alhamdulillah, lagi-lagi Allah dan banyak orang baik di sekitar kita memungkikan makananmu tiba dengan selamat sampai di rumah. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s