Sweet Potato

(Resep dimodifikasi dari blog Mba Melia Sandya Utami di sini)

Bahan:

400 gram gram ubi jalar (satsuma imo) > diganti 240 gr ubi merah lokal, sesuai stok yang ada aja. Tingkat kemanisan ubi ini hampir setara dengan ubi cilembu, atau sedikit lebih manis dari ubi jepang (satsuma imo)

70 gram gula pasir > skip, karena buat bayi

70 ml fresh cream/susu > jadinya pakai fresh cream, karena susu kenarinya habis buat bikin gratin 2 hari yang lalu dan stok kedelai juga habis.

30 gram butter > pakai unsalted butter

1 buah kuning telur > dibuat jadi 1/2 butir kuning telur

kuning telur (untuk olesan) secukupnya

Cara:

-Kupas ubi, iris tipis rendam di air 10 menit. Kupas ubi, iris tipis rendam di air 10 menit.

-Rebus sampai empuk (tinggir air kira-kira persis di atas ubi. jangan terlalu banyak) Rebus sampai empuk (tinggir air kira-kira persis di atas ubi. jangan terlalu banyak) Kalau sudah empuk, buang airnya dan hancurkan ubi sampai halus. Kalau sudah empuk, buang airnya dan hancurkan ubi sampai halus.

-Panaskan dengan api kecil ubi halus agat ubi tidak terlalu berair, tambahkan butter, gula, fresh cream. Aduk rata.

-Matikan api, tambahkan kuning telur.

-Dinginkan, sampai agak keras dan bisa dibentuk. (sambil menunggu, panaskan oven 180 derajat)

-Bentuk adonan ubi. Boleh dibulatkan boleh dibentuk panjang, boleh disemprot pake spuit bintang, dll.

-Oles dengan kuning telur. Panggang selama 15 menit/sampai permukaan kecoklatan. > punya saya gak bisa sampai kecoklatan, karena warna dasar ubinya aja putih bening gitu, jadinya cukup sampai kekuningan ajah.🙂

image

Gak nyangka, ternyata ubi lokal yang kulitnya kemerahan sementara dalamnya warna putih semi bening ini manisnya luar biasa. Sempet pengen beli ubi cilembu dulu, atau ubi jepang di supermarket supaya hasilnya sama, tapi apa daya gak bisa. Sempet pesimis juga, karena gak pake gula, jangan-jangan rasanya jadi kurang pas. Ternyata eh ternyata, si ubi merah ini manisnya super, bo! Harganya pun gak kira-kira (murahnya), sekilo cuma 4 puluh ribu, eh, empat ribu aja. Rupiah, lho, bukan Yen, apalagi Dollar. Hihihi. Gak pake gula aja hasil akhirnya udah manis gini. Gak usah Daanish, saya aja doyan. Kalau gak inget bahwa ini stok buat cemilan dia, bisa ludes nih kayaknya. : D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s