[CeritASI] ASIP Dibuang? Duh, Eman!

Jadi, beberapa hari lalu, seorang sahabat yang baru melahirkan di Lampung, ngajak ngobrol di FB. Biasalah, soal tata cara penyimpanan dan pemberian ASIP. Ibu muda ini bilang, kalau 4 botol ASIP beku yang sudah susah payah dikumpulkannya ternyata mencair seluruhnya setelah listrik padam seharian. Pertanyaanya berikutnya, “Perlukah keempat ASIP ini dibuang?”

Saya suka merasa “nyeri” sendiri tiap denger acara buang-membuang ASIP. Kebayang susahnya ngumpulin itu ASIP, kebayang perihnya PD abis dipompa, kebayang sulitnya pada masa awal kelahiran bayi; kebayang perjuangan dan penderitaannya itu lho. Makanya, sama si ibu muda ini pun saya gak mau langsung ujug-ujug meng-ACC urusan buang-membuang ASIP ini. Sayaaang!

Dari ceritanya, ternyata memang si ASIP keempat-empatnya, sayangnya, sudah 100% mencair dari keadaan beku sebelumnya. Yes, it means they are should be given to baby within 24 hours. Dan tidak boleh lagi dibekukan. Tapi, gak dibuang juga kaliii. Lalu saya sarankan melakukan beberapa poin ini:

  1. Berikan ASIP beku pada si bayi dalam 24 jam ini, semampunya menghabiskan. Kalau buat 24 jam, mungkin bisa saja habis semua.
  2. Selama bayi diberikan ASIP, PD harus dipompa lebih sering dari biasanya. Logikanya, PD dipompa di tiap jadwal bayi minum plus jadwal perah yang sebelumnya sudah dijalani.
  3. Stok 4 botol memang habis, tapi dari hasil pompa dengan frekuensi di atas biasa itu, sebagian atau seluruh stok bisa tergantikan. Yakin!

Sayangnya, si ibu muda terlanjur paranoid. Takut ASIPnya rusak. Takut PD membengkak tambah nyeri. Ditambah lagi, dia bilang penyimpanan ASIPnya belum steril, karena masih disimpan bersama bahan makanan lain, baik di kulkas atas maupun kulkas bawah. Eh, jangan keburu panik yah, kalo kita belum bisa beli kulkas/freezer khusus ASIP. ASIP tetap bisa disimpan, diselamatkan, diperjuangkan; merdeka!😀 Kalo saya sih, trik simpen ASIP di kulkas yang masih gabung dengan makanan lain tuh begini:

  1. Simpan ASIP di botol kaca dengan tutup yang dirapatkan seperti biasa.
  2. Bungkus botol ASIP tadi dengan plastik es batu ukuran 1/4 kg atau 1/2 kg, rapatkan ujungnya dengan mengikatnya kencang.
  3. Untuk penyimpanan di chiller, masukkan botol yang sudah dibungkus tadi dalam wadah plastik rapat, seperti Tupperware, Lock n Lock. Satu wadah biasanya bisa dipakai untuk menyimpan beberapa botol. Agak space consuming di kulkas memang, tapi berguna banget buat meminimalisisr kontaminasi ASIP.
  4. Untuk penyimpanan di freezer, tambahkan bungkusan plastik es batu pada botol. Bisa dibuat 2-3 lapis. Lalu simpan pada rak/sisi/sudut yang terpisah (tidak kontak langsung) dengan aneka makanan beku yang kita simpan bersamaan.
  5. Untuk lebih mengurangi kontaminasi, sebaiknya makanan lain yang disimpan di chiller maupun freezer pun disimpan dalam wadah-wadah rapat, entah plastik yang diikat atau wadah/box bertutup rapat seperti yang digunakan untuk menyimpan ASIP. Jadinya, si makanan gak ganggu ASIP, dan si ASIP ga diganggu makanan lain. Double protection, deh!
  6. Bagaimanapun, penting untuk selalu mengecek kondisi ASIP setiap kali akan diberikan pada bayi. Pastikan semuanya OK, baru berikan. Untuk berjaga-jaga, ASIP yang disimpan dalam keadaan kurang ideal, sebaiknnya dipergunakan kurang dari umur ASIP dalam keadaan ideal. Misal, jika ASIP di chiller idealnya bertahan 2 minggu, sebaiknya dihabiskan dalam 1-1,5 minggu. Jika ASIP di freezer kulkas 2 pintu idealnya bertahan hingga 6 bulan, ya sebaiknya dihabiskan sebelum itu.

Ah, tapi segala macam teori itu kan hitungan di atas kertas ya. Kitalah yang memastikan kondisi aktual di lapangan. Berikut kesiap-siagaan dengan aneka trik saat menghadapi darurat dalam penyelamatan ASIP kita. Observasi pada bayi yang harus dikedepankan. Selagi semua tampak normal dan baik-baik saja. Lakukan saja apa kata hati kita. Saya sih mikirnya sederhana aja, yang kasih sufor sama bayinya saja santai-santai saja kok, apalagi kita yang mau kasih ASI. Meskipun kadang kondisinya gak ideal, PD aja kalik!

Itu sebabnya, waktu saya gak sadar freezer khusus ASIP saya mati selama 2-3 hari dan menyebabkan sebagian isinya mencair sebagian, dan beberapa yang di simpan di pintu bahkan mencari 100%, saya tidak membuangnya. Eman! Bismillah, saya bekukan lagi, namun saya urutkan dari yang paling cair hingga yang masih beku untuk dikonsumsi Daanish. Apalagi hasil perah saya tidak lagi semelimpah dulu, dan perjalanan menuju S2 ASI Daanish masih 10 bulan lagi. Sambil saya observasi, tampaknya memang tidak ada efek buruk, maka para ASIP tadi sampai kini masih nangkring manis di freezer. Tanpa saya sia-siakan setetes pun.🙂

12 Comments

  1. Bunda Danish, terima kasih atas sharingnya. Sangat berguna karena saya belum menyiapkan freezer terpisah untuk ASIP. Saat ini saya sedang menghitung hari lahiran anak pertama dan masih newbie mengenai ASI🙂

    Saya ada pertanyaan, kalau menyimpan ice gell blue di freezer yang masih bercampur dengan makanan lain itu bagaimana ya? Apakah bisa ditaruh langsung di freezer atau harus dimasukan ke dalam box seperti menyimpan ASIP di freezer?

    Terima kasih sebelumnya!

    Salam,
    Lia

    Ryka’s Comment—
    Dear Mba Lia,
    Setahuku icegellnya gpp kok disimpen tanpa dibungkus. Pun dia juga gak perlu disteril. Krena kan gak bersentuhan langsung baik dengan ASIP maupun jalan keluar ASIP, alias hanya bersentuhan dengan media penyimpanan ASIP aja. Semoga sukses ya mbaa, memberikan yang terbaik buat si kecil.

  2. Aslm Bunda Daanish,
    Wah pengetahuan banget ni, emang kalo mau ngasi bayi yang terbaik ibunya mesti cerdas juga ya Bun, lengkapin teori yang ada dengan observasi.

    Saya mau nanya dong Bun, kebetulan baru aja mulai pumping asi. Begini Bun, misalkan kita nyimpen asip di botol sebanyak 120ml dan disimpen dalam kulkas bawah shg asip tdk beku tp mengental saja, itu boleh nggak kalo dihangatkan sebanyak 60ml saja (dipindahkan ke botol lain kemudian baru dihangatkan) dan 60ml kita simpen di kulkas kembali, supaya langsung habis sekali minum, krn terkadang jika lebih dr 60ml dihangatkan ada sisa ga terminum *mewek*.
    Trus interval waktu ‘habis sekali minum’ ini berapa menit/jam ya Bun? Karena baby Marsha kalo minum asip suka berhenti2 minumnya.

    Mohon dijawab ya Bunda Daanish, thanks for sharing🙂

    Ryka—–

    Halo Bunda Marsha, salam kenal, ya! ^^

    Pertama, boleh dong ASIPnya disimpen lagi. Kan belom dipanasin. Yang penting diingat adalah waktu maksimal penyimpanan ASIP selama di chiller, yaitu maksimal 2 minggu (keadaan ideal).

    Kedua, soal interval waktu. Karena jarak rata2 bayi minum adalah 2 jam sekali, artinya jarak sekali minum itu maksimal 2 jam (atau dengan kata lain, sampai tiba waktu minum berikutnya).

    Salam kenal, Baby Marsha. Sehat selalu ya, Nak. ^^

  3. Assalamualaikum bunda danish mohon infonya ttg asip beku bunda yg udh mencair 2-3 hari,khan dibekukan lahi n diminumkan ke dek danis,apa ada efek nuruk di dedeknya?atau baik2 aja..soalnya saya mengalami hal yg sama dan sayang bgt kl hrus dibuang….tolong dibalas y bun

  4. Pernah waktu itu juga deep freezer khusus ASIP kecabut 2 hari, sayang gak bisa ngecek sendiri kondisinya (kasusnya lagi mudik, ART tetangga miskom dan baru ketahuan 2 hari setelahnya itu sementara kami juga belum balik semua). Tetep gak tega buang tentunya, huhuhu… jadi ya tetep titip pesen tancepin lagi aja alias disimpen terus sambil ditandain, walaupun akhirnya kalau nggak salah ingat akhirnya nggak ada yang diberikan ke Fathia juga.

  5. BabyQ cowok 15bulan dari usia 14bulan gak mw minum asip lagi. Uda dicoba dengan media apapun tetap gak mau. Uda coba dikasih dalam keadaan dingin pun tetap g mau. Jadi galau stok asipnya mau di apain? Padahal dia kalau nenen langsung semangat banget. Masak iya asip difrezer harus dibuang smua???😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s