[Cemilan] Bolu Kojo/Koja

Waktu nonton TV, saya kaget liat berita tentang si bolu kojo/koja yang ternyata sekarang jadi oleh-oleh khas Riau, Pekanbaru tepatnya. Gak pernah tau kalo asal kata “kojo” maupun “koja” itu dari kata “kemojo” atau “kamboja” karena bentuk loyang yang menyerupai itu, saya justru sudah lama kenal dengan kue bantat ini sejak kecil. Ya, ibu saya yang orang Palembang asli juga beberapa kali membuat si ijo ini; resepnya asli turun temurun dari nenek saya, yang suku Komering asli.

Lepas dari ribut-ribut soal dari mana asal bolu ini, saya yakin semua orang di Sumatera bagian selatan–yang dulunya pernah jadi satu provinsi–cukup familier dengan kue tradisional nan manis ini. Mungkin gak cuma masyarakat Sumsel dan Riau, bisa jadi Bengkulu, Kepri, dan Lampung pun telah lama akrab dengan citarasa beraroma pandan yang menggoyang lidah dari si Kojo.

Sayangnya, saya baru pengen eksekusi resep bolu kojo ini tengah malem. Jelas, saya gak mau tidur ibu saya di lain pulau terganggu lantaran saya tanyai resepnya. Alhasil, saya modal contekan dari mbah google aja. Saya cari versi Palembangnya, klop dengan hasil pencarian yang resep di dalamnya memang gak pake banyak bahan dan tampak gampang bikinnya. Soalnya, seinget saya resep kue-kue Palembang emang sering pake “feeling” bikinnya. Satuan bahan aja, lebih banyak pake “gelas” atau “sendok”, ketimbang takaran formal dalam gram atau liter.

20130404-001341.jpg

Resep di bawah ini yang saya jajal kemaren malem. Sampe ngantuk-ngantuk deh nungguin bolunya mateng. Abis, mulai bikinnya emang jam setengah sepuluh malem siy. Yaeyalaaah, ngantuk kalo jam segitu mah.😀

Resep Bolu Kojo

Bahan
* 1 gelas telur (Kira-kira 4 or 5 telur)
* 1 gelas gula
* 1 gelas terigu
* 1/2 gelas kara/santan kental
* 1/2 gelas air perasan pandan & suji -> saya cuma pake pandan, agak banyak memang, diblender dengan drymill dengan sedikit air

Cara Membuat :

* Kocok telur dengan kocokan tangan, tambahkan gula, kocok hingga rata dan gula tercampur
* Masukkan air perasan daun pandan & suji + santan kental
* Masukkan terigu, aduk rata tapi jangan dikocok lagi.
* Oleskan mentega/minyak makan ke cetakan, lalu tuangkan adonan sedikit demi sedikit cetakan
* Panggang dalam oven dengan api kecil. -> saya panggang selama 55 menit, sesekali loyang dipindahkan antara rak atas dan tengah oven.

*Resep saya tulis ulang dengan beberapa editan dari sumber : http://aldianastra.wordpress.com/2010/08/27/resep-bolu-kojo-palembang/

20130404-002658.jpg

Daaan, ini dia hasilnya, ampir jam setengah 12 malem baru beres. Agak keriput di kulit pinggirannya karena bolu sempet ngembang pas dipanggang di rak atas. Mungkin apinya kebesaran atau kelamaan manggang di rak atas ini. Harum pandannya dapet, meskipun saya ga numbuk manual daun pandannya. Warna hijau alaminya pun cantik, meskipun saya ga pake daun suji. Cuma, lain kali mungkin saya akan kurangi telurnya jadi 4 butir ukuran sedang aja. Ini pake 5 butir dan rasa telurnya jadi kuat. Saya dan Daanish sih suka, tapi suami kayaknya kurang suka.

Oya, kue ini juga balas dendam atas rasa bersalah saya ke Daanish. Setelah tiga minggu kena flu berat dan jarang bikinin cemilan sehat buat Daanish, ini gantinya. Terutama, gantiin biskuit dan roti pabrikan yang belakangan sering saya kasih ke dia karena gak bikin stok cemilan sendiri. Bye bye dulu yaa, biskuit dan roti pabrikan! ^^

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s