[CeritASI] Kenapa Harus Dikampanyekan? (2)

Kita yang sering menganggap bahwa memberi ASI itu mudah, cenderung terlalu percaya dengan ‘bakat alami’ tubuh ketika tiba saatnya kelak. Nah, saking percayanya, kita lupa sejenak, bahwa ada beragam alasan para ibu gagal memberikan ASI pada bayi-bayinya. Kita juga jadi meremehkan persiapannya, padahal ada banyak hal yang harus kita pelajari sebelum menyambut lahirnya si buah hati.

Kenapa harus dikampanyekan?

Karena persiapan untuk belajar tentang serba-serbi ASI sering kali kalah dengan kesibukan mencari nama bayi atau mengumpulkan pernak pernik baby stuff. Beberapa ibu yang cerdas mungkin akan mulai belajar tentang kehamilan, pertumbuhan janin, kelahiran dengan minim rasa sakit, atau perawatan bayi baru. Lagi-lagi, kebutuhkan untuk belajar tentang ASI ternegasikan. Ah, toh nanti semua juga bisa menyusui.

20130507-202746.jpg

Saya bersyukur karena diajak oleh salah seorang teman, mengikuti seminar seputar ASI Ekslusif di usia kandungan yang baru lima minggu. Sebelumnya, saya cuma pernah membaca postingan dari teman yang lain, tentang upayanya memberi ASIX serta mengirimkan anaknya menjadi sarjana S1 sampai S3 ASI. Belum, saya belum menganggap ASI sedemikian penting. Eh, maksudnya, oke, ASI memang penting. Tapi saya sendiri tidak tahu: seberapa penting?

Saya bersyukur mendapatkan tawaran mengikuti seminar itu. Sebab, sejak hari itu, dunia yang saya kenal berubah warna. Saya buta tentang dunia Ibu, tapi lebih buta lagi tentang pentingnya ASI. Saya tahu ASI penting, tapi tidak pernah tau kalau ada begitu banyak hal yang harus dipelajari dan dipersiapkan untuk mendukung keberhasilan memberi ASI. Saya tidak pernah tahu ASI bisa diperah, disimpan, lalu diberikan kembali. Saya belum pernah dengan tentang manajemen ASIP sebelumnya.

Pun, saya tadinya tidak tahu kalau ada banyak sekali komunitas yang bisa jadi wadah bagi para ibu menyusu dan ayah ASI tentunyai. Wadah yang sesama anggotanya bisa saling menguatkan. Wadah tempat saling berbagi bahkan bertanya untuk hal-hal bodoh sekali pun. Wadah, yang hebatnya lagi, beranggotakan tidak cuma orang umum, tapi juga para dokter, bidan, tenaga kesehatan, ilmuwan, dan mereka yang memang benar-benar mumpuni di bidangnya. Bukan sembarang orang, bukan sekadar cuap-cuap.

Sama seperti saya yang awalnya terkaget-kaget setelah mulai tersentuh berbagai info ASI, ternyata lingkungan sekitar pun demikian. Kagetnya penerimaan mereka bisa berupa reaksi yang demikian beragam. Kebanyakan, akan berupa reaksi-reaksi yang mudah mengendurkan semangat juang keluarga muda yang miskin pengalaman macam keluarga kami.

Saya bersyukur atas ajakan seminar itu. Juga pertemuan-pertemuan lain yang begitu mencerahkan. Juga komunitas-komunitas yang menguatkan. Juga sumber-sumber referensi yang mencerdaskan.

Saya bersyukur, sebab pernah menjadi OBJEK kampanye mereka.

Saya yakin, saya masih harus banyak belajar. Sebab masih banyak kegagalan dalam implementasi pemberian ASI yang ideal terhada Daanish, anak pertama saya. Saya yakin, ada banyak ibu-ibu yang baru menghadapi kehamilan pertama mereka pun mengalami kebingungan yang sama. Saya pun yakin, ada banyak ibu-ibu yang sudah memiliki satu-dua orang anak dan merasa mengalami kegagalan di masa lalu, mati-matian berusaha untuk memperbaiki kesalahan mereka: agar anak-anak berikutnya bisa lebih sukses mendapat ASI hingga minimal dua tahun. Saya yakin, yakin sekali.

Inilah sebab kampanye ASI itu penting: agar yang tidak tahu menjadi tahu, dan agar yang gagal menjadi sukses.

Inilah sebab kampanye ASI itu penting: karena sayalah salah seorang yang merasa ‘terselamatkan’ sejak terjerumus menjadi korban kampanye ASI.

Tetap, semangat ASI!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s