[CeritASI] Kapan (Siap) Jadi KL?

Sepulang dari menjenguk bayi cantik usia 4 bulan, putri dari sahabat kecil saya, tadi sore, malamnya suami menanyakan setengah mendesak, “Jadi kapan kamu mau ambil sertifikasi untuk jadi Konselor Laktasi (KL)?”

20130511-011504.jpg

Jleb! Saya kaget. Memang, sudah lama saya pendam keinginan untuk mengambil kelas KL AIMI. Lama punya niat, tapi belum maju-maju untuk merealisasikannya. Lha, ini kok tiba-tiba “Yayah ASI”-nya Daanish yang tiba-tiba tanya, ya. Ada apa gerangan?

Karena saya habis jadi kompor (lagi) buat sahabat saya yang ibu dari bayi 4 bulan tadi? Karena saya baru saja mengingatkan si ibu untuk menggenapkan ASIXnya yang tinggal dua bulan lagi? “Bukan karena itu,” jawab suami. Lho, lalu kenapa?

Jawabannya bikin saya mau termehek-mehek aja rasanya. “Sayang aja, kamu sudah jalan sejauh ini buat mengkampanyekan ASI,” jawabnya. Ah, iya juga. Ibarat kata, saya ini sudah terlanjur basah. Salah seorang teman bahkan sudah menjuluki saya ‘breastfeeding campaigner’, meski saya belum berstatus KL.

Blog yang saya buat pun awalnya memang didedikasikan untuk berbagi ilmu dan pengalaman, utamanya soal ASI, MPASI, dan dunia parenting. Setelah berbusa-busa meyakinkan keluarga akan pentingnya ASIX dan ASI hingga minimal usia anak dua tahun, saya mulai berbuih-buih juga bicara ASI lewat jejaring sosial. Saya mulai berani jadi “kompor”, bahkan mulai menikmatinya.

Kalimat berikutnya membuat hati saya meleleh sekaligus berapi-api penuh semangat. “Sayang juga, passionmu sudah tertanam di sana. Mas kadang iri dengan semangat berapi-api seperti itu. Okelah, sebagai pegawai, Mas juga mencintai pekerjaan Mas, berusaha berdedikasi di dalamnya, dsb dsb. Tapi kan ‘passion’-nya cuma itu. Kamu punya tujuan lebih jelas: memasyarakatkan ASI. Kamu punya alat lebih jelas: sertifikasi KL dan program kampanye ASI. Dan kamu punya misi lebih mulia: syiar menebar dan menyebarkan informasi yang berguna bagi orang lain,” urainya panjang lebar.

Kalimat-kalimat jujurnya membuat saya merekonstruksi ulang mimpi-mimpi saya. Membuat saya berpikir tentang cara dan waktu untuk mewujudkannya. Niat harus diperbaharui. Keberanian harus dipupuk. Kesempatan harus dicari. Dan, cita-cita di langit harus diupayakan membumi!

Berikutnya, ia menantang saya agar saya tahu siapa pesaing terdekat saya, “Jangan sampai kamu terlalu lama berpikir, lalu kalah cepat dengan Mas. Masa harus Mas duluan sih, yang jadi KL?”

Apaaa??? Wah wah, ini tantangan yang ‘kebangetan’, deh! Susah dicarikan ‘win-win solution’-nya. Susah cari celah komprominya.

“Jadi, kapan mau jadi KL?”

Ya, kapan saya ‘siap’ dan ‘bulat tekad’ untuk menjadi KL? >.<

20130511-011702.jpg

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s