Setelah Lulus S3 ASI, Perlukah Susu Tambahan? (4)

Terusin lagi ya. Satu lagi postingan tentang susu dari Pak Wied Harry Apriadji.

***

SUSU BUKAN LAGI BAGIAN DARI POLA MAKAN SEHAT?

Harvard School of Public Health menyerukan pendapat ilmiahnya kepada Departemen Pertanian AS [United States Department of Agriculture USDA] dan para ahli gizi. Para pakar nutrisi Harvard mengatakan agar panduan pola makan sehat disusun berdasarkan rumusan para pakar nutrisi, bukan pada hasil lobi-lobi kalangan industri susu [yang lazim mendesakkan kepentingan bisnisnya agar susu dimasukkan ke dalam panduan pola makan sehat, sehingga produk mereka dibeli oleh masyarakat]. Banyak mengonsumsi susu meningkatkan risiko kanker prostat dan kemungkinan kanker indung telur. Kerugian lain, susu kaya akan lemak jenuh. Padahal tanpa susu pun, kita bisa mendapatkan kalsium dari sumber alami lainnya, a.l. bokcoy, polong-polongan kering, dll. [Wied Harry: Pada dasarnya, semua sayuran hijau seperti sawi hijau, bayam, kangkung, brokoli, daun singkong, daun pepaya, daun pakis, dll, kaya kalsium. Semakin gelap warna hijau, semakin tinggi kadar kalsiumnya. Selain itu, kerenyahan sayuran juga mencerminkan kandungan kalsiumnya. Sayuran yang secara alami bertekstur renyah, umumnya tinggi kalsium. Contohnya kecipir, buncis, dll.]

http://www.care2.com/greenliving/harvard-declares-dairy-not-part-of-healthy-diet.html#ixzz1iI4yFjDZ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s