[DiaryIbubun] [CeritASI] Growth Spurt? Tenang, Produksi ASI Bisa Menyesuaikan, Kok!

Bayi growth spurt, PD bengkak, badan panas dingin, sakit kepala, mual-mual, nyeri di simpul luka jahitan, dan kontraksi rahim adalah kombinasi yang super cihuy deh! Ah, enjoy motherhood!😉

***

Azzam yang biasanya cenderung tidur nyenyak dan lama, tetiba jadi agak rewel dan susah sekali terlelap malam Jumat lalu. Bukan cuma itu, frekuensi menyusu malam yang biasanya cuma 3-4 kali lantaran nyenyaknya, berubah jadi kian sering. Mungkin bukan ‘sering’, lebih tepatnya hampir gak mau lepas. Sekali menyusu bisa lebih dari satu jam. Tertidur sebentar lalu minta lagi. Gantian PD kanan kiri pun Azzam seperti tetap kelaparan dan kehausan. Saya mulai feeling, sedang growth spurt kali ya ini anak? Eh, tapi apa bisa growth spurt di usia sedini ini? Saya kok gak ada ingatan Daanish juga begini ya seumur Azzam dulu?

Hasil guglang-gugling nyambi menyusui, menggendong, dan menenangkan Azzam, saya ketemu satu artikel seputar GS di webnya The Urban Mama. Ternyata paling dini bahkan GS bisa dimulai sejak usia bayi beberapa hari, loh. Bahkan ketika dia baru pulang dari klinik/RS tempatnya dilahirkan. Weeew, kasian ya dedek bayi, dan kasian juga ibunya.😦

Bisa ditebak hasil dari kelelahan begadang itu, Jumat pagi saya merasa kepala berat sekali. Itupun masih disertai mual-mual setelah minum beberapa teguk air putih. Saya ‘bed-rest’-kan diri sendiri. Menyusui sambil tidur serta berusaha membuat diri tidur saat Azzam tidur, meski sekejap, demi membayar hak tidur malam yang tidak terpenuhi. Makin siang, bukannya makin enak, saya justru merasa menggigil. Padahal Bekasi panasnya mantep! Padahal, oh nooo… badan saya mulai demam. Kalau sudah begini baru deh repot komat-kamit berdoa: Ya, Allah, saya mau sehat, kasihan bayi saya. Huhuhu.

Mungkin karena kondisi tubuh menurun itu, simpul jahitan bekas operasi juga jadi terasa nyeri. Perasaan, lebih nyeri dari yang beberapa hari terakhir malah.😦 Tambah lengkap, kontraksi pengerutan rahim pasca melahirkan juga lagi intens-intensnya. Aw aww… tambah gak bisa bangun deh saya.

Paginya Azzam gak mandi loh. Soalnya saya sakit, pengasuh Daanish masih takut pegang bayi merah, sementara suami kerja. Azzam juga terpaksa gak dijemur hari itu. Huhuhu. Maaf ya, Nak. Supaya Azzam gak terlalu gampang ‘asem’, yang biasanya dipakaikan clodi, saya pakaikan pospak. Irit tenaga sayanya juga. Bener-bener lagi gak sanggup gantiin clodi tiap 2-3 jam sekali. Belum lagi cuci-kucek clodi kalo Azzam BAB. Aaa, nyerah deh nyerah kalo lagi remuk redam begini. Sekali lagi, maaf ya, Nak.

Setelah makan sepotong donat kentang hasil eksekusi hari sebelumnya dan minum parasetamol, baru terasa badan mulai ringan. Keringat keluar dan berat di kepala pun terbang. Alhamdulillah, mual lenyap dan efek anti-nyeri si parcet juga ampuh menyetop nyeri jahitan dan kontraksi rahim. Meskipun masih lumayan lemes dan pusing, setidaknya saya sudah mampu bangun sedikit. Sorenya pun ‘asem’-nya Azzam hilang sudah, berkat mandi air hangat yang juga mudah-mudahan bisa sedikit meredakan uring-uringannya. Soalnya, sepanjang pagi sampai sore hari Jumat itu, Azzam masih GS: susah lepas nen dan susah tidur nyenyak. Cup cup cup, sabar ya, Nak!

Dan, masa GS Azzam pun masih berlanjut ke malam Sabtu sampai Sabtu sore, lanjut lagi malam Minggu. Belum tau deh, hari Minggu ini masih terus ga tuh percepatan pertumbuhan di tubuhnya. Kalo di artikel sih GS memang bisa berlangsung sampai 2-3 hari, bahkan seminggu. Nantinya, setelah fase itu selesai, bayi akan tidur lebih nyenyak dan lama dari biasanya. Seolah-olah dia habis kelelahan melakukan pekerjaan yang luar biasa berat. Hihihi, lucu deh, para bayi itu.😉

Sabar ya, Azzam. InsyaAllah Bubun Yayah juga sabar nungguin Azam GS. Inget kata Yayah ya, Nak, “Mau tambah pinter harus lewatin GS dulu. Hayooo, kamu mau tambah pinter apa, ya? Kami pengeeen deh cepet liat ‘keahlian’ barumu”. Ayok Ganbarou bareng-bareng!

20130915-114323.jpg

Satu hal yang saya catat, tentu saja karena lagi GS, Azzam jadi seriiing dan lamaaa banget menyusunya, dan ini bikin PD saya bengkak melulu. Bisa ditebak, teori produksi ASI yang menyesuaikan permintaan bayi itu bener banget! Gak perlu khawatir meski bayi menyusu terus-terusan hamlir tanpa jeda, ASI kita insyaa Allah cukup kok, Buibu. Dan meskipun bayi menangis dan rewel tanpa henti, itu bukan berarti ASI kurang. Dia butuh ketenangan, kenyamanan dan dekalam Ayah Ibunya. That’s all!

Saya sih ngebayangin GS itu kayak sel-sel maupun kecerdasannya bertambah berkali lipat lebih dari biasanya. Hehe, bener gak ya? Soalnya GS kan diterjemahkan sebagai ‘percepatan pertumbukan’. Kalo dalam fisika kan percepatan itu berbanding lurus dengan kecepatan dan berbanding terbalik dengan waktu. Ciyeeehhhh, keluar deh ilmu SMA dulu.😀 Jadi jelaslah kalo saar GS itu ada kecepatan tumbuh yang berlangsung dalam tempo waktu yang sebentar. Lha, saya menerjemahkan ‘sesuatu yang tumbuh cepat dalam waktu singkat’ itu kayak sel-sel yang membelah lebih banyak atau kebisaan/kecerdasan bayi yang bertambah lebih cepat. Saat ini jelas si bayi lagi dalam keadaan yang gak sama seperti hari-hari biasa. Wajar dia butuh energi besar; makanya dia menyusu banyak dan sering. Wajar dia merasa gak nyaman; makanya dia susah tidur dan banyak nangis. Ah, seru ya pertumbuhan bayi itu.

Yang jelas, depak jauh-jauh deh pikiran kalo ASI kurang. Susui bayi sesering mungkin dan perbanyak makan-minum, dan voila! Biarkan prolaktin dan oksotosin bekerja sebaik-baiknya. Nah, supaya pabrik ASI bisa berproduksi dengan lancar yang kita butuhkah adalah: pikiran positif. So, bye bye lah itu pikiran aneh bin gak jelas. Mendingan peluk si kecil, untel-untelan gak mandi gapapa, yang penting: menyusuilah sekeras kepala mungkin! *Satu-satunya stubborn yang diijinkan ya ini! :D*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s