Diary Ibubun: Gerbang yang Memendekkan Bentangan Rindu

Akhirnya, inilah simpul dari maju-mundur dan ragu-ragu saya dari dulu. Udah lama berpikir mau resign, tapi saya gak sanggup gesekan sama keluarga sendiri, bahkan mungkin gak sanggup juga memdamaikan suara-suara hati sendiri. Jalan inilah jalan tengahnya. Mungkin memang sudah takdir Allah, sebenernya saya sudah konsultasi empat mata dengan para atasan tentang ini sebelum musibah terkait anak-anak terjadi. Tinggal eksekusi, datanglah ‘akselerasi’ dari Allah. Gak bisa dipungkiri, salah satu hikmah kejadian itu adalah dukungan masif dari sekitar, termasuk rekan dan atasan di kantor. Dukungan yang gak cuma menguatkan, tapi bikin jalan yang kami pilih ini jadi kian mudah. Kalau biasanya butuh waktu lama dalam poses mutasi pegawai. Well, harus saya bilang, saya gak mengalaminya. Padahal saya bukan siapa-siapa, dan gak ngelakuin lobby khusus. Saya cuma memberanikan diri membuka luka, membiarkan banyak orang tau, menyiapkan diri untuk segala penilaian, dan mempercayakan Allah menggerakkan hati-hati mereka.

Dan tibalah hari ini. Senin pertama di tanggal pertama bulan Desember, saya bersiap melangkah ke gerbang baru. Gerbang baru dalam arti literal. Sebab in shaa Allah mulai hari ini gerbang yang saya masuki demi menjalani dari-jam-setengah-delapan-sampai-jam-empat, berbeda dari sebelumnya. Gerbang ini jauh lebih kecil dan sederhana. Gerbang ini meringkus jarak tempuh berjam-jam yang biasa, menjadi hitungan belasan menit saja. Gerbang ini menciutkan bentangan rindu dengan anak-anak. Dan semoga, dengan izin Allah, gerbang ini pun mampu membuat saya terus mengepak, bahkan kian tinggi.

image

Saya sudah lama melewati masa berat ketika harus memilih. Jadi otomatis, bersendu-sedan meratapi meja kerja yang ditinggalkan atau bangunan bergengsi yang dipunggungi pun sudah tamat. Tapi tetap, butuh energi besar yang memunculkan derai untuk melepaskan kehangatan di lingkaran yang lama. Sejak ‘resmi’ berstatus pegawai dan menanggalkan status gak jelas sebagai honorer dulu, tempat ini telah menjadi rumah kedua, jika dilihat dari kuantitas waktu yang dihabiskan. Tempat yang dulu saya tangisi di hari pertama menjejaknya, yang menyumpal rasa sedih dan ketidakyakinan untuk terus menjalani, yang membuat saya mencari pelarian bernama ‘sekolah’, yang kemudian entah bagaimana jadi tempat paling asyik tiga tahun belakangan ini. Tempat ini yang mengijinkan saya mengecap aneka rasa, senang dan sedih, dan kawan-kawannya. Tempat yang dulu teramat saya benci, dan kini teramat susah untuk tidak mencintainya terus-terusan lagi.

Jika 1 Desember 2007 menjadi hulunya, maka 1 Desember 2014 inilah hilirnya. Tanggal cantik, kebetulan? Ah, saya mulai belajar bahwa semua sudah Allah rencanakan dengan indah, sempurna, dan sebaik-baik jalan. Saya cuma gak bisa berhenti takjub memikirkan semuanya,  termasuk betapa persisnya hari ini dengan tujuh tahun yang lalu.

Selalu dan selamanya, orang-orang yang pernah singgah selama masa tujuh tahun plus delapan bulan ini akan menetap di ruang-ruang hati. Membuat seolah ada gerak lambat setiap kali momen hitam-putihnya diulang. Jika selama tujuh tahun ini rasa itu pudar,  maka hari ini dengan yakin saya akan bilang kalau saya bangga dan bahagia jadi bagian dari keluarga besar Direktorat tempat saya ‘dibesarkan’, pun semua bagian di bawah naungan Ditjen yang sama,  bahkan Kementerian yang sama, yang pernah ‘satu atap’ di Gatot Subroto.

Terima kasih untuk semua waktu, yang menumpahkan tangis dan yang menggelakkan tawa,  selama bersinergi dalam satu atap. Saya tidaklah melangkah terlalu jauh, meski jarak mungkin merentang. Gerbong baru nanti masih dalam satu rangkaian yang sama, dan mengarah pada tujuan yang sama.

Mohon diikhlaskan dan dimaafkan kesalahan dan kekhilafan saya selama kita bersama yang pastinya tak terhingga jumlahnya. Mohon juga diingatkan janji yang belum sempat ditunaikan.

Selalu dan selamanya, kalian di hati.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s