[Resep Masakan Jepang Sederhana] Takoyaki

Takoyaki, sebenernya bikinnya ga susah. Cuma emang sih, seperti kebanyakan resep makanan Jepang lainnya, bumbu dan bahannya yang sering kali langka di Indonesia. Belum lagi harus hati-hati dengan kandungannya. Karena buat yang Muslim, bakal banyak banget kandungan bahan makanan yang harus dihindari terkait kehalalannya. Kalau ada supermarket yang jual barang-barang impor, coba main-main, ya. Dan kalau sudah nemu semua bahannya, cobain deh bikin takoyaki ini. Kalau saya sama suami, karena udah terlanjur ngerasain yang asli, dari yang enak sampe enak banget, susaaah banget ngerasa enak sama takoyaki yang dijual di gerai-gerai. Akhirnya, daripada misah-misuh kesel karena udah ngabisin uang banyak dan gak puas juga, mendingan kita bikin aja deh sendiri di rumah.

image

Oya, sebelumnya saya susah nemu gurita/octopus di sini, jadi biasanya saya isi udang atau bakso kepiting/kanikama. Nah, minggu lalu nemu deh fozen octopus di Carrefour. Ada yang merah, harganya sekitar 80 ribu-an per kilogramnya. Ada juga yang keabuan, harganya cuma separuhnya. Saya beli yang keabuan aja, murah meriah. Hehe. Beli yang paling kecil, kalo gak salah cuma sekitar 16 ribu-an, itu saya pakai buat dua resep di bawah ini dan masih sisa. Mungkin masih bisa dipakai untuk satu resep lagi.

Saya gak pernah nyoba resep takoyaki lain. Dari awal bikin, selalu pakai resep dari temen yang dulu tinggal di Jepang juga, Mba Marlis, dan resepnya bisa diliat di sini. Mba Marlis sendiri katanya dapet dari temennya yang bersuami orang Jepang. Gak heran, buat saya rasanya pas banget. Jauh lah dengan yang ada di pasaran. Mungkin karena pake kaldu/dashi ikan katsuo yang saya kombinasikan juga dengan kaldu kombu, yah. Yang didalam kurung hasil modifikasi menyesuaikan dengan ketersediaan bahan di tanah air. Ngiler? Yuk, ah, dicoba. ^^

Resep Takoyaki
By Ayreza Ando

Bahan adonan kulit:
100 gr tepung terigu (saya pakai tepung terigu protein sedang)
1 butir telur
340ml kaldu ikan cakalang serut kering/katsuobushi, yang dibuat dari 340ml air direbus dengan 20gr katsuobushi, kemudian disaring (saya pakai 1 sdm kaldu bubuk ikan katsuo/katsuo-dashi dan 1 sdt kaldu bubuk konbu/konbu-dashi. tapi karena stok kaldu bubuk kian menipis dan katsuobushi belakangan cukup mudah didapat dan murah karena merupakan produksi lokal (Makassar) yang diekspor ke Jepang, lain kali saya mau coba buat sendiri dari katsuobushi seperti resep aslinya)
1/4 sdt baking powder
garam secukupnya

Bahan isian:
150 gr gurita/tako yang sudah direbus, potong-potong sebesar 1 cm, atau bisa diganti dengan cumi, udang, atau telur puyuh)
ika iri tenkatsu, yang berbentuk seperti remahan tepung tempura (ini sulit didapat di Indonesia, tidak terlalu mempengaruhi rasa, tidak pakai pun tidak apa-apa)
6 gr pickles ginger/beni-shouga (saya pakai jahe biasa yang dikupas dan dirajang halus)
2 gr udang kering jepang/sakura ebi (saya substitusi dengan ebi/rebon kering yang sebelumnya digongseng hingga harum)

Topping:
bubuk rumput laut kering/aonori (saya pernah baca blog orang Jepang yang tinggal di eropa dan kesulitan menemukan aonori, bisa diganti dengan nori lembaran yang sebelumnya dibakar  sebentar di atas api hingga crunchy, lalu dihaluskan dengan dry mill, atau bisa juga dipotong kecil-kecil saja)
katsuobushi

Saus:
worcestershire sauce atau saus takoyaki (saya masih mengandalkan saus impor via nitip teman, nih. lain kali kalau sudah sukses coba bikin saus sendiri, in shaa Allah saya bagi)
Japanese Mayonaise (andalan saya pastinya Kewpie Mayonaise. sangat tidak disarankan pakai mayones lokal, jauh banget rasanya :D)

Cara membuat:
1. Kocok lepas telur, kemudian campurkan dengan air dingin.
2. Ayak tepung terigu dengan baking powder, kemudian sedikit demi sedikit masukkan ke dalam adonan air dan telur. Aduk hingga rata dan licin.
3. Panaskan cetakan kurang lebih 180 derajat. Olesi dengan sedikit minyak, kemudian tuang adonan sampai 1/2 lingkaran, taburi dengan tako, tenkatsu, jahe merah dan irisan daun bawang. Tuang kembali adonan sampai semua bahan tertutupi. Diamkan adonan selama 1,5 menit agar adonan yang dibawahnya mengeras dan agak matang.
4. Bolak-balikkan terus adonan takoyaki sampai matang dan berwarna kecoklatan. (Saran: Gunakan dua tusuk sate bersih untuk memutar-mutar takoyaki. Putar sedikit demi sedikit dan biarkan sisa adonan di bagian tengah yang belum matang meleleh dan turun ke cetakan. Ini penting untuk membuat hasil akhir tako bulat sempurna dan cantik.)
5. Setelah matang oleskan dengan rata, takoyaki yang sudah matang dengan sedikit minyak goreng. Masak kembali hingga matang dan garing.
Lakukan hal diatas sampai adonan habis

Cara menyajikan:
Letakkan takoyaki diatas piring atau wadah lainnya, kemudian beri saus, Japanese mayonaise, katsuobushi dan terakhir aonori. Sajikan selagi hangat. (Kalau saya, supaya lebih cantik, mayones dituangkan duluan dengan motif diagonal kiri/kanan, lalu saus dituangkan dengan motif sebaliknya. Sehingga hasil akhirnya nampak seperti jalinan anyaman warna putih-coklat. Lanjutkan dengan memberi topping katsuobushi dan paling atas aonori/nori potong.)

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s