Disiplin dengan Kasih Sayang (DKS) – Bagian 5 (terakhir)

foto bersama ibu elly risman
foto bersama ibu elly risman

Pentingnya mengajarkan keterampilan mengatasi emosi/kendali diri dan keterampilan sosial

  1. Komponen ‘mengajarkan’ sering diabaikan dalam pendisiplinan anak
  2. Orang dewasa harus membantu anak dan remaja mengembangkan kemampuan yang mereka perlukan untuk mencegah mereka mengulangi tingkah laku negatif
  3. Mereka harus diajari: tidak berekasi atas dasar emosi, memikirkan konsekuensi dan bagaimana membantu diri sendiri melakukan apa yang mereka tidak suka.

Keterampilan harus diajarkan, tidak bisa sebatas disampaikan secara lisan:

  1. Temukan apa saja keterampilan yang hilang
  2. Role play (ulangi lagi kejadiannya, tambahkan dengan melatihkan keterampilan tersebut)

Tujuan mengajarkan keterampilan untuk mengatasi emosi:

  1. Untuk tetap di jalur yang benar dan hidup sehat secara produktif
  2. Untuk menenangkan diri at mereka sangat marah/sedih
  3. Untuk menggunakan kata-kata bukan aksi
  4. Untuk menaati aturan yang tidak mereka setujui/tidak mereka suka
  5. Untuk mempehatikan perasaan orang lain
  6. Untuk tetap fokus
  7. Untuk berhenti saat mereka merasa tidak ingin berhenti
  8. Untuk membuat mereka mau mengerjakan sesuatu, bahkan ketika mereka tidak ingin bekerja
  9. Untuk menangasi rasa frustasi/kecewa
  10. Untuk menangani kesuksesan
  11. Untuk memperhatikan ruang orang lain
  12. Untuk merespon orang yang berwenang
  13. Untuk bekerjasama dengan orang lain
  14. Untuk mengambil gilirannta
  15. Untuk bersikap sopan dan penuh hormat
  16. Untuk tetap hormat bahkan ketika orang lain bersikap kasar
  17. Untuk berkata’Tidak” kepada teman sebaya
  18. Untuk meminta bantuan saat mereka membutuhkannya

Cara mengajarkan keterampilan mengatasi emosi/kendali diri dan keterampilan sosial:

  1. Bertanyalah terlebih dahulu
  2. Anak belajar melalui permainan
  3. Berikan contoh yang baik
  4. Memberikan pengertian tentang cara kerja otak EPA
  5. Mengkaji ulang tingkah laku yang dapat diterima bersama anak
  6. Temukan keterampilan yang hilang
  7. Bagaimana cara mengajarkan keterampilan yang hilang tersebut.

Dalam mengajarkan anak/menegur/menegakkan disiplin, selalu dan selalu gunakan kalimat pendek. Kalimat pendek lebih efektif. Selain itu, biasakan menggunakan kalimat kalimat suruhan daripada larangan. Bu Elly tidak melarang kata ‘jangan’, tapi jangan menggunakan kata itu terlalu rutin dan tanpa alasan yang jelas. Kata ‘jangan’ tetap dibutuhkan, terutama untuk hal-hal yang sifatnya mencegah dari bahaya. Gunakan kata ‘jangan’ seperlunya. Mengakapa kalimat negatif sebaiknya dibatasi, karena pesan positif akan lebih mudah diterima. Di alam bawah sadar, anak akan mengulang-ulang dalam dirinya sendiri. Terpatri sampai kapanpun, tidak membutuhkan dorongan dari luar. Contoh pesan positif dalam kalimat pendek: jaga solatmu tepat waktu, tahan pandanganmu, pelihara kemaluanmu. Manfaat kalimat pendek: menghindari debat dan pemborosan energi, berefek baik untuk dua belah pihak, dan membuat anak menerima lebih cepat.

Dua cara efektif dalam mengatasi situasi frustasi dan marah sendiri:

  1. Menggunakan kalimat-kalimat singkat berulang. Ketimbang memborbardir dengan cermah panjang.
  2. Berpegang pada ‘aturan dua kalimat’. Yanki berhenti bicara setelah mengatakan dua kalimat. Karena semakin panjang kalimat, akan semakin diabaikan oleh pendengar (Sandra Halperin, Ph.D)

Alasan mengulangi kalimat-kalimat singkat:

  1. Lebih baik menggunakan kalimat pendek untuk meminta anak melakukan sesuatu yang benar daripada melarang mereka berhenti melakukan yang salah.
  2. Lebih efektif mengatakan “makan yang sehat” atau “ingat langsing” daripada mengatakan “jangan makan cokelat”.
  3. Pengulangan kata ‘jangan’ yang terlalu sering dan rutin justru membuat anak mudah mengabaikan apa yang diucapkan.
  4. Mengatakan perintah diawali dengan kata “Lakukan…” akan mempermudah anak melakukan apa yang diminta, daripada sebaliknya.
  5. Segera setelah menerima pesan positif yang berulang, anak akan mengulang pesan tersebut bagi dirinya sendiri dan tidak membutuhkan dorongan dari luar serta tidak membutuhkan banyak energi dari orang tua untuk membuat mereka mengingatnya.
  6. Kalimat pendek yang baiknya diucapkan adalah yang bersifat direktif, positif, serta berfokus pada tingkah laku khusus yang perlu dipelajari anak.
  7. Kalimat tersebut terdisri dari 1-3 kata, dan sebaiknya berisi pengingat bagi anak untuk mengendalikan diri.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Anak-anak peka terhadap harapan orang dewasa
  2. Seringlah memuji
  3. Pujilah perbuatannya dan bukan orangnya
  4. Pujian sederhana juga kerap berhasil
  5. Bantu mereka melihat masa depan
  6. Menggambarkan masa depan dengan istilah yang emosional.

Kapan kalimat panjang bisa dilontarkan? Pada saat santai atau suasana settingan yang nyaman dimana memungkinkan pembicaraan panjang dari hati ke hati antara orang tua dan anak.

Kunci DKS:

  1. Perhatikan perasaan
  2. Kalimat tanya
  3. Aturan BMM: berfikir, memilih, mengambil keputusan
  4. Kalimat pendek dan positif

Menurut saya, kekuatan dari seminar Ibu Elly adalah penjelasan teknisnya yang dibuat sesederhana mungkin dan penguatannya lewat contoh di lapangan. Contoh ini benar-benar riil karena merupakan pengalaman masa kecil Ibu Elly sendiri maupun pengalamannya menghadapi berbagai kasus pelik anak dan remaja. Inilah yang membuat paparan Ibu Elly terasa hidup, menggungah, dan mampu mengaduk-aduk emosi pesertanya. Seminar YKBH adalah seminar yang menurut saya sangat layak untuk diikuti, didalami, bahkan secara berkalai diulangi. Sebab parenting dan dunia sekitarnya membutuhkan pengasahan agar tetap mumpuni dijalani sesuai dengan jaman yang melingkupinya.

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s